Baca selengkapnya


Banyak orang mengandalkan menari atau sekadar joget diiringi musik favoritnya sebagai penghilang stres. Lebih dari itu, menari atau berjoget juga memiliki manfaat bagi kesehatan, baik secara psikis maupun fisik.

Diungkapkan dr Peter Lovatt, pendiri Dance Psychology Lab di University of Hertfordshire, ketika terlibat di dalam tarian, apalagi jika tarian itu dilakukan bersama-sama, suasana hati seseorang bisa berubah menjadi lebih baik. Sebab, saat berjoget dengan orang lain mereka akan melakukan interaksi sosial yang bermanfaat bagi kondisi psikisnya. Meskipun, bukan berarti berjoget sendirian tidak punya manfaat untuk tubuh lho. Selain itu, dengan berjoget kelelahan dan depresi pun bisa berkurang.

"Sebaliknya, semangat dan kemampuan kognitif seseorang juga membaik. Bahkan, hanya menari lima menit saja bisa membuat seseorang berpikir lebih tajam. Sederhananya, menikmati tarian yang dilakukan bisa membuat tubuh melepaskan hormon bahagia. Otomatis, kadar stres menurun dan kondisi tubuh akan lebih baik," jelas dr Lovatt yang juga dijuluki dr Dance ini.

Selain itu, dikatakan dr Lovatt menari juga memperbaiki kebugaran fisik. Di antaranya meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung, mengencangkan dan memperkuat massa otot, memperkuat tulang, dan mempertahankan berat badan. Hanya saja, disayangkan dr Lovatt kini makin jarang orang yang menari.


Saat ini, kegiatan menari dikelompokkan berdasarkan umur dan kerap dianggap sebagai sesuatu yang ekslusif. Misalnya, menari hanya untuk mereka yang memang berprofesi sebagai penari, sedang mementaskan sebuah tarian, atau sedang dalam upacara pernikahan lantas mereka berdansa dan menari bersama. Padahal, menurut dr Lovatt seharusnya orang bisa merasa bebas untuk menari.

"Kami sudah melakukan survei mengapa orang enggan menari. Kebanyakan dari orang yang kami tanyai merasa tidak percaya diri ketika mereka harus menari di tempat umum. Sehingga, kebanyakan dari mereka melakukannya diam-diam di rumah. Padahal, dasar menari yaitu menggerakkan tubuh adalah hal manusiawi yang terjadi pada kita," lanjut dr Lovatt seperti dikutip dari Express pada Kamis (26/11/2015).

Sebab, ketika mendengar musik, secara otomatis tubuh akan bergerak mengikuti irama yang ada. Begitupun saat merasa cemas, ada orang yang sengaja menggerakkan tubuhnya semata demi mengurangi ketegangan yang dialami. dr Lovatt menegaskan bahwa untuk menari tidak perlu trik khusus hingga Anda mahir. Hanya menggerakkan tubuh dan menikmati setiap irama yang ada itu saja sudah cukup bermanfaat.