Baca selengkapnya
Order dan Konsultasi
Hubungi :
WA/SMS/TELPON : 081901092128
/ 081222593115
1. Bagaimana pemberian TON pada
pengolahan dasar dan pemeliharaan di lahan tambak udang?
.
Aplikasi pada saat
persiapan kolam/sebelum diisi air.
.
Dosis : 2,5 kg (10
botol ukuran 250 g)
Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar
kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. TON berbentuk Granule atau butiran-butiran kecil
sehingga aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau
bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam.
Aplikasi TON dilakukan
sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah
diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur
dolomit dengan dosis 1 ton per hektar (100 kg per 1000 m2) atau sesuai dengan
pH aktual, setelah itu kolam dibiarkan 2-3 hari, kemudian air dimasukkan
setinggi mata kaki dahulu, biarkan
selama 3 hari untuk TON bekerja, baru kemudian air dimasukkan
sampai penuh (kedalaman 100 – 120 cm).
.
Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan
berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan
oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S.
.
Selain sebagai penetral
senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga
berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.
.
Aplikasi selama budidaya
belangsung.
.
Selama budidaya
berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodik (rutin) ke
air kolam atau tambak.
TON ditaburkan/disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai
20 hari sekali.
Dosis : 500 g (2 botol)
tiap kali aplikasi.
Siramkan atau taburkan
merata ke air kolam.
Fungsinya terutama untuk
mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan
senyawa atau gas yang beracun tadi. Selain ituTON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan
plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.
2. Setelah ikan
ditebar, apa tidak berbahaya jika TON ditebarkan ke air kolam?
.
TON tetap bisa diberikan
walaupun sudah ada ikannya. Aplikasi dengan dilarutkan dahulu kemudian
disiramkan ke air kolam, dengan dosis 1 kg per hektar tiap 15 hari sekali.
Fungsi perlakuan pada tahap ini adalah untuk mempertahankan kualitas air agar tetap
bagus selama budidaya berlangsung.
3. Berapa dosis
penggunaan VITERNA dan POC NASA serta HORMONIK pada budidaya ikan nila,
bagaimana cara aplikasi yang efektif ?
.
Jika menggunakan ketiga
produk tersebut, cara pencampurannya adalah : VITERNA dan POC NASA
masing-masing satu botol dicampur menjadi satu, kemudian campuran tersebut
ditambah dengan 1 - 2 tutup botol HORMONIK. Sedangkan dosis penggunaannya sama
saja untuk semua jenis ikan maupun udang, yaitu 1 tutup botol campuran tersebut
ditambah dengan 0,5 sampai 1 liter air yang kemudian dicampur dengan 2 ? 3 kg
pakan ikan.
4. Bagaimana perlakuan
terhadap air kolam yang baru saja kena hujan deras dalam
waktu yang lama ?
.
Sifat air hujan yang
kurang baik bagi kehidupan ikan adalah keasaman yang agak tinggi yang bisa
meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit lain. Untuk mengatasinya
adalah dengan cara pembuangan air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10-20
cm. Agar keasamannya netral, beri kapur dolomite atau zeolit dengan dosis 500
kg perhektar.
5. Bagaiman
aplikasi TON pada kolam dari semen atau terpal?
.
Pada kolam semen atau
terpal, maka tidak diperlukan pengolahan lahan seperti di lahan tanah, oleh
karena itu perlakuan TON hanya dilakukan setelah isi air.
1.) Perlakuan pertama
yaitu setelah pembersihan selesai dilakukan, isi kolam diisi air setinggi 20
cm, tebarkan/siramkan TON dengan dosis 1 kg per hektar (satu sendok makan penuh
per 100 m2), setelah itu air dibiarkan selama 3 hari, setelah itu diisi penuh
untuk keperluan budidaya.
2.) Perlakuan berikutnya
dilakukan setelah ikan berumur 15 hari dengan dosis yang sama dan diulang
setiap 15 hari untuk menjaga kualitas air kolam budidaya.
6. Jika kita pakai VITERNA dicampur
dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis ?
.
VITERNA adalah bahan
organic murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip
kerja VITERNA seperti pakan biasa. Banyak pengguna yang juga memakai dosis
tersebut dan tidak terjadi masalah pada ikannya.
7. Jika kolam
tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi
masalah tersebut?
.
Jika tidak bisa
dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam. Hal itu tentu akan
sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara.
Cara mengatasinya adalah
dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan
dengan keasamannya. Pemberian TON secara kontinyu dapat mengurangi kadar
keasaman tersebut, namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur seperti
di atas.
8. Jika kita
menggunakan pelet dengan kadar protein 20% kemudian dicampur
dengan produk NASA, apakah hasilnya akan sama dengan ikan yang diberi pakan
dengan protein 30% ?
.
Hasil aplikasi di
lapangan menunjukkan bahwa penggunaan produk NASA mampu meningkatkan hasil
panen walaupun hanya menggunakan pakan buatan sendiri atau pakan yang harganya
rendah. Hal itu bisa tercapai karena produk NASA menambah kandungan nutrisi di
pakan yang diberikan. Akan tetapi jika menggunakan pakan yang lebih bagus, maka
hasilnya juga jauh lebih baik, karena disamping menambah kandungan pakan,
produk NASA juga berfungsi meningkatkan efisiensi penggunakan zat gizi di
pakan.
9. Bagaimana
mengatasi udang windu yang stress?
.
Udang windu stress
banyak sebabnya, bisa karena kurang pakan, karena perubahan kualitas air, bisa
karena cuaca yang kurang baik dan sebagainya. Sehingga cara mengatasinya juga
harus sesuai dengan penyebabnya. Namun demikian kita bisa membuat udang
mempunyai daya tahan yang tinggi dengan memberi pakan yang cukup dan
berkualitas. Produk NASA baik TON maupun VITERNA atau POC NASA mampu
meningkatkan daya tahan dari segi kualias air yang baik dan konsumsi nutrisi
yang berkualitas.
10. Apakah produk NASA
dapat mengatasi penyakit bintik putih pada udang windu?
.
Penyakit bintik putih
pada udang windu adalah penyakit karena serangan virus SEMBV (Systemic
Ectodermal Mesodermal Baculovirus), yang mengakibatkan penyakit penurunan daya
tahan tubuh udang sehingga udang mudah sekali sakit dan mati. Sampai saat ini
belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Yang dapat kita
lakukan adalah mencegah virus tersebut masuk ke kolam budidaya kita. Caranya
dengan mencegah masuknya hewan pembawa (carrier) kepiting, udang liar masuk ke
kolam budidaya kita. Produk NASA baik TON maupun VITERNA atau POC NASA memang
bukan obat, tetapi mampu mengurani efek serangan virus tersebut dengan
meningkatkan daya tahan tubuhnya.
11. Bagaiman mengatasi
penyakit karena jamur pada ikan air tawar?
.
Penyakit infeksi yang
disebabkan oleh parasit, cendawan, atau hama dapat ditanggulangi dengan
menggunakan bahan kimia atau disinfektan dan insektisida. Disinfektan yang
biasa digunakan adalah benzalkonium chloride, chlorine, formaldehyde, dan
iodine. Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan
harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya
(with drawal time). Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya
berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam.
Jika Anda
tertarik untuk mengembangkan Bisnis Nasa dan produk Nasa di daerah Anda, segera
daftarkan diri anda untuk menjadi Distributor di PT. NASA dan menjadi
bagian dari Keluarga Besar Nasa dari tim kami.
Pemesanan
Produk dan Mendaftar menjadi Distributor (NASA)
Hubungi Kami -
atau langsung KLIK BELI
Distributor Resmi
PT Natural Nusantara Jl. Dewi Sartika Raya No. 2 Rt 01/05 Semarang, Jawa Tengah
kode Pos 50191
Abdillah Munir,
SHi 081222593115 (Telp/SMS/WA/Line) Amalia Amd, Keb
081901092128 (Telp/SMS/WA)
Layanan
konsultasi dan order :
HP Call/SMS/WA:
081222593115
0 Reviews